Pendeta gay asal Malaysia mengadakan jamuan pesta pernikahan dengan
partnernya yang asal Amerika meski ada kemarahan dari kelompok
konservatif di negara tersebut yang menentang pernikahan mereka.
Ngeo
Boon Lin sudah menulis banyak buku soal gay dan isu-isu lain dengan
nama Ouyang Wen Feng. Ia mengadakan upacara pernikahan Cina tradisional
secara tertutup di sebuah restoran di Kuala Lumpur, Sabtu (4/8) lalu.
"Saya ingin menginspirasi banyak orang untuk berbicara jujur dan membela hak-hak kami," katanya pada AFP.
Ngeo
menikahi partnernya, seorang produser musikal Broadway keturunan
Afrika-Amerika bernama Phineas Newborn III, tahun lalu di New York,
tempat tinggal mereka.
Homoseksualitas masih menjadi isu tabu di
Malaysia -- sodomi bisa dihukum 20 tahun penjara -- dan Ngeo mendapat
kritik keras dari figur Islam dan Kristen saat pertama kali mengumumkan
rencana pernikahannya.
Ngeo
mengatakan bahwa ia merasa penting untuk mengadakan pesta pernikahan di
Malaysia untuk menunjukkan bahwa kelompok gay tidak bisa ditakuti.
"Jawabannya
sederhana, kita tidak boleh mengancam satu sama lain dan saya harus
menunjukkan bahwa orang tidak suka diancam," kata Ngeo, 42, dalam
komentar lewat email yang dikirim ke AFP dari tempat bulan madu mereka
di Vietnam.
Menurut Ngeo, jamuan pesta itu dihadiri oleh 250
teman dari Malaysia dan luar negeri. Mereka tidak mengalami halangan
dalam mengatur pesta tersebut.
Ngeo berencana kembali ke Malaysia akhir pekan ini sebelum kembali ke New York akhir bulan ini.
Ia
pernah mengalami kemarahan dan ancaman saat pertama membuka gereja yang
menerima buat kelompok gay di luar Kuala Lumpur pada 2007.
Ia rutin kembali ke Malaysia dan kawasan Asia untuk mempromosikan kesadaran gay.
Tokoh
keagamaan berpengaruh di Malaysia dan tokoh politik konservatif tetap
keras menolak perkembangan komunitas gay di negara tersebut.
Tahun
lalu, aparat melarang festival tahunan bertema gay yang menampilkan
film-film, konser, forum, sementara sebuah badan keagamaan besar pada
2008 mengeluarkan fatwa melarang seks lesbian.
Setelah Ngeo
mengumumkan rencana pernikahannya tahun lalu, Menteri Urusan Islam Jamil
Khir Baharom menyatakan pernikahan sesama jenis sebagai "ekstremisme
yang...akan menimbulkan masalah sosial."
Pejabat negara dan pemimpin Kristen juga mengutuk rencana pernikahan Ngeo.
Menurut Ngeo, kelompok gay tidak boleh membiarkan sesuatu "membuat kita ketakutan sampai-sampai bungkam".
"Kita
seharusnya jangan berpikir pendek dan takut dengan reaksi
kemarahan...Kita tidak boleh menyerah pada ketakutan!" katanya lagi
lewat email.
No comments:
Post a Comment